MENINGKATKAN KEWASPADAAN

Januari 21, 2010

UNS Aktif Ikut Forum PRB
Rabu, 20/01/2010 11:00 WIB – ina

SOLO—Guna meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Lembaga Penelitian Pengembangan Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan workshop penanggulangan bencana alam se-Jawa Tengah, Selasa (19/1). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium UNS.
“Workshop kali ini sekaligus untuk membentuk forum pengurangan resiko bencana (PRB) khusus wilayah Jawa Tengah. Forum ini dibentuk karena saat ini secara kondisi geografis, Jawa Tengah memiliki tingkat kerentanan 90 persen terhadap bencana yang disebabkan oleh faktor geologis dan ekologis,” ungkap Ketua PRB Jawa Tengah, Drs Sarjoko Lelono kepada Joglosemar di sela-sela acara.
Sardjoko menambahkan, dengan adanya forum PRB ini, penangganan bencana diharapkan bisa dilakukan sedini mungkin. Sehingga, tidak perlu menunggu bantuan pemerintah dulu untuk bertindak. Forum ini akan melibatkan masyarakat secara aktif.
Terpisah, Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ir Sugeng Triutomo mengungkapkan, BNPB mulai tahun 2005 – 2015 berkomitmen untuk memastikan bahwa pengurangan PRB merupakan sebuah prioritas nasional dan lokal. BNPB juga berkomitmen memantau resiko-resiko bencana, menggunakan inovasi dan pendidikan untuk membangun sebuah budaya keselamatan terhadap bencana.
“Kami juga memiliki komitmen untuk memperkuat kesiapsiagaan terhadap bencana alam. Tapi, semua komitmen tersebut hanya akan terwujud dan berjalan dengan lancar jika tercipta satu jalinan kerja sama yang baik dari berbagai pihak, baik pemerintahan, LSM lingkungan hidup, institusi pendidikan dan masyarakat secara umum,” katanya. (ina)

TANGGULANGI BENCANA, FPRB JATENG DIRINTIS

Januari 20, 2010
Solo, CyberNews. Ketua Pusat Studi Bencana Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PSB LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Sarjoko Lelono mengatakan, Jawa Tengah termasuk provinsi yang rawan. Sehingga pembentukan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Jawa Tengah mendesak dilakukan.

Forum ini betugas menyiapkan masyarakat agar mampu terlibat aktif dalam penanggulangannya, karena merekalah pihak yang paling cepat mengakses lokasi bila terjadi bencana. PSB LPPM sendiri merupakan salah satu unsur perintis terbentuknya forum yang sudah memasuki putaran kedua.

“Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) misalnya, daerah rawan banjir ada di wilayah Cilacap, Surakarta, Semarang dan Pati. Sementara potensi longsor di wilayah Karanganyar. Jadi nanti forum ini akan melihat kebutuhan mayarakat di sekitar wilayah rawan itu dengan memberi pelatihan-pelatihan,“ ungkapnya, di sela-sela Diskusi Terbatas Pembentukan FPRB Jawa Tengah, di Auditorium UNS, Selasa (19/1).

Dia menyebut, peran FPRB diantaranya menyiapkan masyarakat pada tahap pra bencana, tanggap bencana dan rehabilitasi. Pada tahap pra bencana itu, lanjut dia, digunakan untuk mengindentifikasi tanda-tanda bencana yang mungkin berpotensi di daerah tersebut. Jadi ada langkah antisipatif,” paparnya.
(Suara Merdeka, 20 Januari 2010)

Hello world!

Januari 20, 2010

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!